terlalu sadis caramu
menjadikan diriku
pelampiasan cintamu
agar dia kembali padamu
tanpa perduli sakitnya aku
tega niannya caramu
menyingkirkan diriku
dari percintaan ini
agar dia kembali padamu
tanpa perduli sakitnya aku
semoga Tuhan membalas semua yang terjadi
kepadaku suatu saat nanti
hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku tempatmu kembali
sebagai cintamu
hanya aku tempatmu kembali
semoga Tuhan membalas semua yang terjadi
kepadaku suatu saat nanti
hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku tempatmu kembali
sebagai cintamu
hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku ooo
sebagai cintamu
lihat bagian yang dibolditalicungu nah dah lama sebenernya g pengen bahas mengenai line ini. Dan tadi diingetin pas liat Afghan nyanyi di dasyat dan karena g liat temen g ada yg poto bareng afghan.. Jadi inget gilee.. nah yang dibolditalicungu coba kalu dibaca dengan baik dan benar kita akan menemukan line "semoga Tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti" bukan "Tuhan membalas semua yang terjadi kepadamu suatu saat nanti" pertama baik g, ade, and temen g dengernya yang k2 tapi pikir punya pikir gile tegaaa juga yaa.. Dah gt jadi kita denger lagi dengan lebih baik dan seksama. Ternyata kepadaku.. Lagu ini mengatakan daripada kita bahagia di atas penderitaan orang lain lebih baik kita bahagia karena kita mendapat yang baik.
Baik orang lain menderita dan tak terjadi apa-apa pada kita dan tidak terjadi apa-apa pada orang lain yang menyakiti kita dan kita bahagia, mungkin sama-sama kita anggap sebagai sebuah keunggulan. Tapi keunggulan karena orang lain melakukan kesalahan dan kemenangan karena kita memang lebih baik dari orang lain. Manakah keunggulan yang lebih sebenarnya? Akan ada orang yang mengatakan keunggulan ya keunggulan mau g yang lebih baik atau dia yg lagi jatuh. Pendapat itu ga salah. Tapi keunggulan karena kita lebih baik akan membawa kita lebih baik sebagai individu dan merupakan sesuatu yang adalah hasil usaha dan karya kita. Sedangkan keunggulan ketika orang lain susah adalah keunggulan yang di luar campur tangan kita (asumsi saya kita tidak ada campur tangan dalam kejatuhan orang tersebut) yang dapat terjadi kapan saja tanpa kita tahu kapan terjadinya. Bukankan lebih positif untuk diri bila kita unggul karena kita memang lebih baik?
Perumpamaan dari saya adalah pertandingan sepak bola yang dimenangkan satu karena own goal dan satu lagi adalah goal biasa yang mungkin baru terjadi pada saat injury time..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar